Khultum: Merawat Keberagaman dalam Bingkai Ukhuwah


Pendahuluan

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد:

Hadirin rahimakumullah,
Dalam kehidupan sehari-hari, kita hidup dalam masyarakat yang beragam—baik dari sisi suku, budaya, adat istiadat, bahkan dalam praktik keagamaan. Islam mengajarkan bahwa keberagaman ini adalah sunnatullah yang harus dijaga dengan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).

Keberagaman adalah Sunnatullah

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13)

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menegaskan bahwa perbedaan bangsa dan suku adalah bagian dari kehendak Allah agar manusia dapat saling mengenal, bukan untuk saling membanggakan diri atau merendahkan yang lain. Kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak bergantung pada ras atau keturunan, tetapi pada ketakwaannya.

Pentingnya Ukhuwah Islamiyah

Dalam Islam, ukhuwah adalah prinsip dasar yang harus dijaga agar tidak timbul perpecahan. Rasulullah ﷺ bersabda:
المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ القِيَامَةِ**

"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menzalimi dan tidak membiarkannya (dalam kesusahan). Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa menghilangkan kesulitan seorang Muslim, Allah akan menghilangkan salah satu kesulitannya pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, Allah akan menutup (aibnya) pada hari kiamat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa ukhuwah bukan hanya sekadar persaudaraan dalam iman, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata seperti membantu saudara yang kesusahan, menutupi aib, dan tidak berbuat zalim terhadap sesama.

Menghindari Perpecahan dan Saling Menghormati

Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai." (QS. Ali 'Imran: 103)

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa “tali Allah” dalam ayat ini merujuk pada Al-Qur'an dan ajaran Rasulullah ﷺ. Artinya, umat Islam harus bersatu dalam kebenaran dan menjauhi perpecahan.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا: أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا، وَأَنْ تُنَاصِحُوا مَنْ وَلَّاهُ اللَّهُ أَمْرَكُمْ

"Sesungguhnya Allah meridhai tiga perkara bagi kalian: menyembah-Nya tanpa menyekutukan-Nya, berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah, serta menasihati pemimpin yang Allah angkat untuk kalian." (HR. Muslim)

Hadirin rahimakumullah,
Menjaga keberagaman dalam bingkai ukhuwah adalah bagian dari ajaran Islam. Kita harus:
  1. Menyadari bahwa keberagaman adalah sunnatullah.
  2. Memperkuat ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan basyariyah.
  3. Menghindari perpecahan dan saling menghormati dalam perbedaan.
  4. Mengamalkan nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang menjaga ukhuwah dan merawat keberagaman dengan penuh kedamaian.
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

DAFTAR ISI

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Telegram
Share on Whatsapp
Tags :

0 comments:

Posting Komentar