
Ngawi – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi menggelar Kajian Ramadhan 1445 H bertema "Baldah Thoyyibah Menuju Ngawi Berkemajuan", Sabtu (15/3). Acara yang berlangsung di Hall Islamic Center Muhammadiyah (ICM) Ngawi ini dikemas dalam format diskusi panel dan dimoderatori oleh M.A. Amrulloh, Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Ngawi.
Diskusi pertama dibuka oleh Bupati Ony Anwar Harsono, yang menyoroti kemajuan pembangunan di Ngawi. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan fisik di daerahnya sudah berjalan dengan baik, tetapi masih perlu diimbangi dengan pembangunan mental dan karakter masyarakat agar terbentuk peradaban yang lebih baik.
"Ngawi sudah berkembang dalam hal infrastruktur, tetapi pembangunan mental dan karakter masyarakat masih menjadi tantangan. Kita harus memastikan pembangunan ini juga menyentuh aspek sosial dan spiritual agar tercipta peradaban yang lebih baik," ujar Ony.
Ia juga mengajak Muhammadiyah untuk turut serta dalam membangun kesadaran masyarakat agar sejalan dengan konsep Baldah Thoyyibah, yakni negeri yang baik, sejahtera, dan diridhoi Allah.

Selanjutnya, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.AP., Penasehat Khusus Presiden RI. Bidang Haji, mengulas sejarah berdirinya Muhammadiyah di Ngawi. Ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah di daerah ini telah berkembang sejak masa awal gerakan, dan salah satu motor penggeraknya adalah Mas Mansyur (Pak Kaji Mansur), yang merupakan buyut dari Bupati Ony Anwar Harsono.
"Beliau memiliki toko emas di Caruban dan dari sana menjadi salah satu pendukung awal gerakan Muhammadiyah di Ngawi. Peran beliau dan tokoh-tokoh lain sangat penting dalam menyebarkan dakwah Islam berkemajuan di daerah ini," ungkap Prof. Muhajir.
Sebagai pejabat penasehat khusus presiden yang saat ini menangani urusan haji, Prof. Muhajir juga membahas perkembangan terbaru terkait penyelenggaraan ibadah haji. Ia menyampaikan berbagai informasi penting terkait kebijakan baru, kuota haji, serta peningkatan pelayanan bagi jamaah haji Indonesia.
Selain membahas haji, Prof. Muhajir juga menjelaskan bidang ekonomi yang saat ini ditangani oleh dirinya di Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, terutama dalam pengembangan bisnis ritel Muhammadiyah, Mentari Mart.

Ia menekankan bahwa Mentari Mart bukan hanya bisnis ritel biasa, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi jamaah Muhammadiyah. Dengan konsep Alfamart dan sinergi antar-warga Muhammadiyah, Mentari Mart diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Moderator M.A. Amrulloh memandu diskusi dengan dinamis, memastikan interaksi yang aktif antara narasumber dan peserta. Kajian ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh Muhammadiyah, warga persyarikatan, serta masyarakat umum.
Kajian ini diharapkan dapat menjadi pemicu sinergi lebih erat antara pemerintah dan Muhammadiyah dalam membangun Ngawi yang maju, berkeadaban, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
0 comments:
Posting Komentar