
Pendahuluan
Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan kesederhanaan dalam hidup. Namun, ironisnya, di beberapa tempat, Ramadhan justru menjadi ajang konsumsi berlebihan, baik dalam makanan, pakaian, maupun belanja. Padahal, Islam mengajarkan keseimbangan dan menjauhi sikap boros.1. Larangan Konsumerisme dan Boros dalam Islam
Dalam Al-Qur’an, Allah melarang sikap berlebihan dalam konsumsi dan mengingatkan bahwa orang yang boros adalah teman setan:
وَءَاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا ٢٦ إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًۭا ٢٧
Artinya: "Dan berikanlah kepada kerabat dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Isra’: 26-27)
Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa pemborosan bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merupakan sifat yang menyerupai setan.
2. Kesederhanaan dalam Makan dan Minum
Islam mengajarkan bahwa makan dan minum harus secukupnya dan tidak berlebihan.
يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
Artinya: "Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan." (QS. Al-A’raf: 31)
Hadits juga mengajarkan tentang pola makan yang sederhana:
📜 Hadits Rasulullah ﷺ:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
Artinya: "Tidaklah anak Adam memenuhi suatu wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika harus berlebihan, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk bernapas." (HR. Tirmidzi, no. 2380)
Hadits ini mengajarkan bahwa makan secukupnya adalah bentuk kesederhanaan yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ.
3. Ramadhan: Momentum Mengendalikan Nafsu Konsumsi
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga mengajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu, termasuk dalam hal konsumsi. Rasulullah ﷺ mencontohkan hidup sederhana meskipun beliau memiliki kesempatan untuk hidup mewah.📜 Hadits Rasulullah ﷺ:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبِيتُ اللَّيَالِيَ الْمُتَتَابِعَةَ طَاوِيًا وَأَهْلُهُ لَا يَجِدُونَ عَشَاءً
Artinya: "Rasulullah ﷺ pernah melewati malam-malam dalam keadaan lapar, dan keluarganya pun tidak memiliki makanan untuk makan malam." (HR. Ahmad, no. 7354)
Kesederhanaan Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak bergantung pada banyaknya harta dan makanan, tetapi pada keberkahan dan kedekatan dengan Allah.
4. Menghidupkan Gaya Hidup Sederhana di Bulan Ramadhan
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menerapkan gaya hidup sederhana selama Ramadhan:Mengatur pola konsumsi: Membeli dan memasak makanan secukupnya, menghindari pemborosan.
Berbagi dengan sesama: Memanfaatkan rezeki untuk bersedekah kepada fakir miskin.
Menahan diri dari godaan promosi dan diskon: Tidak tergoda membeli barang yang tidak diperlukan.
Fokus pada ibadah: Memanfaatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, shalat malam, dan berzikir.
Ramadhan seharusnya menjadi bulan untuk meningkatkan ketakwaan dan membiasakan hidup sederhana, bukan justru meningkatkan konsumsi secara berlebihan. Islam mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan, termasuk dalam urusan makan dan belanja. Dengan meneladani Rasulullah ﷺ, kita dapat menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk memperbaiki diri, menjauhi konsumerisme, dan menerapkan gaya hidup yang lebih sederhana dan berkah.
Semoga kajian ini bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua. Wallahu a’lam bish-shawab.
0 comments:
Posting Komentar